Investasi menurut pandangan hukum Islam

Investasi dalam Islam makin memikat untuk masyarakat bersamaan dengan membaiknya literatur keuangan di Indonesia. Bila dahulu orangtua kita lebih sukai ‘mendiamkan’ uangnya dengan menabung, angkatan saat ini telah lebih terbuka berinvestasi. Maksudnya pasti untuk cari keuntungan dari investasi yang dilaksanakan.

Investasi salah satunya langkah untuk mempersiapkan ketahanan keuangan di periode depan. Misalkan, kamu punyai sasaran untuk beli rumah, mobil, menyekolahkan anak, atau untuk sekedar liburan. Selainnya mendapatkan penghasilan dari upah, sebaiknya jika kamu berpendapatan dari mengembangnya nilai investasimu. Bebas keuangan jadi pedoman hidup yang mulai dibuat angkatan milenial saat ini.

Bagaimana investasi dalam Islam?

Investasi dalam Islam terang diperbolehkan. Islam memberikan dukungan umatnya untuk mempunyai kemerdekaan dalam hal keuangan, terhitung dengan investasi. Dalam Islam, investasi disebutkan mudharabah, yaitu memberikan beberapa modal ke orang yang ‘berdagang’, hingga sang investor mendapatkan untuk dari hasil keuntungan.

TRENDING:  7 February games you should get excited about

Pembanding khusus investasi konservatif dan investasi syariah berada pada pembagian untuk hasil atau keuntungan. Pada investasi konservatif, umumnya ada bunga yang besarannya ditata sepihak oleh pengurus dana. Sementara investasi dalam Islam mengaplikasikan ide untuk nisbah atau hasil. Dengan demikian, baik perusahaan atau nasabah sama-sama memikul resiko yang ada. Konsep ini kerap dikatakan sebagai ‘risk-sharing‘.

Ulama juga setuju jika mekanisme penanaman modal ini diperbolehkan. Dasar hukumnya adalah ijma’, persetujuan ulama dalam memutuskan sebuah hukum di dalam agama. Pasti masih tetap didasari pada Alquran dan hadist dalam melihat satu permasalahan, terhitung masalah investasi dalam Islam ini.

Konsep umum investasi dalam Islam

Seperti diterangkan awalnya, investasi di dalam Islam punyai batasan-batas yang penting dipatuhi. Tidak seluruhnya tipe investasi halal, tapi lumayan banyak alternatif yang ada untuk umat Islam untuk berinvestasi. Maka investasi dalam Islam masih luas. Apa konsep umum investasi dalam Islam?

TRENDING:  Cara Investasi yang pintar melalui Internet

1. Jauhi riba

Investasi dalam Islam terang tidak mengenali riba. Riba adalah ambil tambahan atau bunga, baik dari transaksi bisnis jual beli atau pinjam-meminjam, yang sudah dilakukan secara batil atau berlawanan dengan syariat Islam. Riba adalah kelebihan yang tidak dibarengi dengan imbalan yang diisyaratkan dalam jual-beli.

Jadi jika ingin melakukan investasi halal, tetapkan tipe investasi yang keuntungannya tidak memakai bunga. Pilih investasi yang ada konsep pembersihan keuntungan, atau pisahkan di antara haram dan halal.

2. Jauhi gharar

Investasi dalam Islam menghindar gharar. Gharar atau taghrir adalah kebimbangan, tipuan, atau perlakuan yang mempunyai tujuan bikin rugi orang lain. Gharar dapat berbentuk ikrar yang memiliki kandungan elemen penipuan karena tidak ada kejelasan, baik berkenaan ada atau tidaknya object ikrar, kecil besarnya jumlah, atau kekuatan memberikan object yang disebutkan dalam akad. Gharar bisa juga dikatakan sebagai jual beli yang tidak terang wujudnya.

TRENDING:  Of course this novelty 'Final Fantasy' fork is an oversized sword replica

3. Jauhi maisir

Investasi dalam Islam menghindar maisir yang maknanya judi atau taruhan, baik dengan uang atau benda. Maisir bisa juga berbentuk tindakan cari keuntungan bermaksud mendapat keuntungan tanpa usaha. Triknya dengan menerka atau menyaratkan pembayaran lebih dulu.

Investasi dalam Islam mengutamakan jika investasi bukan alat untuk taruhan atau ‘gambling’. Maknanya, jangan sampai kamu bertaruh dan mengharap mendapatkan keuntungan cepat, karena investasi lebih bagus dilaksanakan dalam jangka panjang.

Ingin tahu semakin banyak mengenai investasi halal yang sama sesuai syariah? Dapatkan di Bertanya Lifepal yang diulas beberapa pakar di sektornya.

About Pasha Yogi Pranata

Bermimpilah Setinggi Mukin Karna DI Dunia Nyata Itu Tidak Seindah Mimpi Mu.

Check Also

Optimisme pasar dan Peluang Investasi jelang Akhir Tahun

Optimisme pasar dan Peluang Investasi jelang Akhir Tahun

Di zaman Wabah Covid-19 sudah berjalan sepanjang nyaris 2 tahun. Sepanjang itu juga, pasar keuangan …